Setelah mengalami beberapa kali pergantian konsep, akhirnya tim Romance Fantasy DEF sepakat untuk membawakan kisah romansa yang dibalut dalam kisah tragis peperangan antara dua kerajaan, yaitu Taksa dan Sangkrata.
Pada minggu kedua, tim RF DEF kembali menyusun logika cerita. Kami berkesempatan untuk sharing dengan Kak Tri Adi Pasha, tutor PA semester 1 sekaligus Producer Merchant of Emotion yang Januari lalu baru saja meluncurkan show Sunset Deity. Kami mendapat beberapa masukan, diantaranya saran mengenai penyusunan premis (logika cerita), penyuguhan alur cerita, dan trik di atas panggung.
Hal menarik yang sangat berfungsi bagi kebutuhan pengembangan cerita adalah penggunaan post-it. Proses di awali dengan menyusun semua tokoh dalam post-it dengan warna X. Kemudian, mendaftarkan premis-premis cerita dalam post-it lain. Setelah itu mengembangkannya dalam kerangka cerita yang telah dibangun sebelumnya.
![]() |
| proses penyusunan cerita |
Cara ini terbukti memudahkan scriptwriter dalam menyusun pesan-pesan penting yang ingin disampaikan kepada penonton. Directorpun merasa cara yang lama, yaitu membuat konsep cerita lalu membuat sinopsis hingga dialog selesai, merupakan cara yang kurang efektif. Dengan sistem yang baru, scripwriter menyusun premis cerita dalam setiap scene. Kemudian saat latihan, cast turut andil dalam penciptaan dialog berdasarkan premis yang telah disusun. Dengan begitu, scripwriter tidak kewalahan membuat script hingga selesai dan cast dapat lebih mendalami peran & cerita serta lebih mudah dalam menghapal dialog.
Seminggu telah berjalan, cara ini terbukti lebih baik. Pada minggu ke-4, naskah secara kesuluruhan telah dapat diselesaikan beserta sinopsisnya.
Meidina Nisa Aqmarina
19714149 - Tutorial F
Scriptwriter Romance Fantasy DEF

No comments:
Post a Comment